Ada banyak artikel dan konten yang membahas tentang gitar paling legendaris sepanjang masa. Namun, masih hanya sedikit konten tentang amplifier gitar. Padahal, amplifier merupakan perangkat yang sangat penting bagi para gitaris, terutama pemain gitar elektrik. Di bawah ini telah MyStudio rangkum apa saja amplifier terikonik untuk para gitaris:
10 Amplifier Gitar Paling Ikonik
Dikutip dari guitarworld.com, berikut merupakan amplifier untuk gitar paling ikonik sepanjang masa.
1. Vox AC30 Top Boost
Amplifier ini dibuat oleh teknisi Vox, Dick Denney akibat keluhan gitaris Britain’s the Shadows yang mengatakan bahwa suara Vox AC15 15 watt milikinya “tertelan” oleh teriakan para penonton.
AC30 merupakan amplifier gitar 30 watt yang diperkenalkan pada tahun 1958, tersedia dalam dua ukuran, yaitu 1x12” dan 2x12”, dengan single control.
Pada akhir tahun 1960, amplifier ini didesain ulang sehingga memiliki 3 channel. Masing-masing dengan dua input, dengan opsi top boost, brilliance, dan circuit, dengan extra gain stage, dan kontrol bass dan treble yang terpisah.
2. Fender 5E3 Deluxe
Diperkenalkan pada tahun 1948, Fender Deluxe merupakan amplifier gitar yang banyak mendapat pujian karena overdrive dan kompresinya yang dinamis dan kaya secara harmonis. Selama bertahun-tahun Fender Deluxe diproduksi dalam berbagai model dan dilengkapi dengan berbagai konfigurasi.
Namun, model yang paling digandrungi adalah Deluxe 5E3 yang memiliki panel sempit, diproduksi dari tahun 1955 hingga 1960, amplifier ini tersedia dalam kabinet berlapis wol.
Sirkuit ini beroperasi pada tegangan yang lebih tinggi dibandingkan model lain, dilengkapi dengan inverter fase terpisah, dan driver yang menambahkan sedikit breakup pada awal tahap output.
Dua tabung output 6V6 dengan bias katoda di overdrive menghasilkan nada yang manis dan kaya secara harmonis, dan penyearah tabung 5Y3 memiliki kekenduran yang diperlukan untuk dinamika dan sensitivitas terhadap sentuhan.
Amplifier vintage ini telah digunakan oleh Neil Young, Mike Campbell, Rich Robinson, Mark Knopfler, Billy Gibbons, dan musisi lainnya.
3. Mesa/Boogie Dual Rectifier
Sejak awal kehadirannya pada tahun 1970-an, Mesa/Boogie banyak disukai karena Mark series yang memiliki ukuran kecil, tetapi powerful. Namun, pada tahun 1989, perusahaan ini keluar dari zona nyamannya untuk merambah audiens baru.
Hasilnya, perusahaan ini menerbitkan Rectifier dengan Dual dan Triple Rectifier yang lebih besar dan lebih kuat (dibandingkan Mark series). Sejak saat itu Dual Rectifier telah menjadi amplifier rock paling populer di dunia.
Didesain oleh pendiri Mesa, Randall Smith, amplifier ini menggunakan silicone diodes yang memberikan tingkat gain dan sensasi tersendiri. Amplifier ini menjadi semakin terkenal karena digunakan oleh beberapa grup metal dan hard-rock seperti Living Colour, Metallica, Korn, dan Soundgarden dan Foo Fighters. Pada tahun 2009, Mesa memperbarui Dual Rectifier, dengan saluran ketiga yang jernih.
4. Marshall JCM800
Nama amplifier gitar ini diambil dari inisial Jim Marshall dan nomor plat mobilnya, Marshal JCM800 dirilis pada tahun 1981. Dilengkapi dengan fitur master volume, JCM800 memungkinkan suara crunchy, sizzling distorsi pada output level rendah, menjadikan amplifier ini sebagai pilihan yang tepat bagi pemain metal dan hard rock termasuk Kerry King dari Slayer dan Jeff Hanneman, serta Slash dari Guns N’ Roses
5. Marshall 1959 Super Lead 100 Watt Plexi
Digunakan oleh Jimi Hendrix, Eric Clapton, dan Pete Townshend, serta inovator gitar elektrik lainnya, 1959 Super Lead membantu perkembangan musik rock and roll seperti yang kita kenal hingga saat ini.
Diperkenalkan pada tahun 1965 (1959 tidak ada kaitan apapun dengan tahun diproduksinya), amplifier ini dilengkapi dengan 4 input, 2 channel, dan 100 watts power, dan faceplate yang terbuat dari Plexiglass. Cocok dengan cabinet amplifier 4x12, Marshall 1959 membantu popularitas Marshall stack.
6. Roland JC-120
Menghasilkan salah satu suara jernih terpopuler dalam musik rock, Anda akan jarang menemukan amplifier solid-state seterkenal Roland JC-120. Diperkenalkan pada tahun 1975, amplifier gitar ini menawarkan suara yang jernih dengan daya 120 watt serta efek Dimensional Space Chorus bawaan.
JC-120 dilengkapi dengan fitur speaker ganda berukuran 12” ditambah dengan power amplifier ganda yang membuat speaker dapat bekerja semaksimal mungkin untuk menghasilkan suara yang sangat jernih.
Fitur tersebut menjadikan Roland JC-120 sebagai amplifier favorit bagi Andy Summers, Robert Smith, Johnny Marr, dan Jeff “Skunk” Batter.
7. Peavey 5150
Tampaknya ini merupakan satu-satunya amplifier keluaran Peavey yang paling terkenal. 5150 adalah hasil kolaborasi di antara Peavey dan Eddie Van Halen. Dirilis pada tahun 1992 dengan daya 120 watt, all-tube, menampilkan saluran utama yang membantu mempopulerkan demam gitar high-gain pada tahun 1990-an.
Sejak Peavey dan Van Halen berpisah pada tahun 2004, nama amplifier ini berubah menjadi Peavey 6505 dan telah menjadi standar industri untuk band metal modern seperti Chimaira, August Burn Red, dan lainnya.
8. Fender Twin Reverb
Ada banyan seri Twin Reverb, amplifier Fender yang akan dibahas kali ini adalah Twin Reverb yang diproduksi antara tahun 1965 dan 1967. Selama beberapa dekade, amplifier ini telah banyak digunakan oleh gitaris termasuk Stevie Ray Vaughan, Steve Howe, Johnny Marr, dan sebagainya.
Fender Twin Reverb telah dianggap sebagai standar amplifier bagi musisi yang mencari suara jernih, dan terkenal karena kualitas spring reverb bawannya.
9. Fender Bassman
Satu lagi amplifier dari Fender, yaitu Fender Bassman. Ada banyak musisi yang jatuh cinta dengan amplifier gitar dengan desain vintage ini, terutama seri 4x10 yang dibuat pada tahun 1957 hingga 1960. Sebagian di antaranya adalah Eric Clapton, Buddy Guy, Jimmie Vaughan, dan John Fogerty.
Baca juga: Gitar Fender vs Gibson: Mana yang Terbaik?
Selain mereka, banyak profesional di musik industri yang mengatakan bahwa 4x10 Fender Bassman adalah amplifier terbaik.
10. Hiwatt DR103
Marshall dan Vox merupakan amplifier yang benar-benar membentuk musik rock Inggris pada tahun 60 dan 70-an. Namun, jangan lupakan Hiwatt DR103. Meskipun lebih dikenal karena digunakan oleh Who's Pete Townshend, tetapi David Gilmour dari Pink Floyd juga menyukainya.
Sekilas terdengar seperti Marshall, tetapi sebenarnya berbeda. Suaranya lebih keras dan dapat menghasilkan suara yang lebih jernih dibandingkan Marshall 100 watt. Amplifier ini juga memiliki headroom yang luar biasa.
Anda tidak harus menggunakan amplifier gitar yang sama persis dengan amplifier di atas. Ada teknik lain yang bisa Anda lakukan agar suara gitar terdengar jernih, yaitu dengan meningkatkan kualitas akustik studio recording, studio rehearsal maupun concert venue.
Hubungi WhatsApp MyStudio untuk konsultasi seputar treatment akustik studio Anda. Kunjungi Instagram, TikTok, dan Youtube kami untuk mendapatkan tips seputar akustik lainnya.